Senin, 21 Maret 2011
Jawaban Latihan Soal 2
Nama : Deris Kharisma
Kelas : 4EA03
NPM : 10207278
Matkul: Bahasa Inggris 2
Exercise 33: Because/Because Of (Hal. 121)
1. Because Of
2. Because Of
3. Because Of
4. Because
5. Because
6. Because
7. Because Of
8. Because Of
9. Because Of
10. Because Of
Exercise 34: So/Such (Hal. 124)
1. So
2. Such
3. So
4. So
5. So
6. So
7. Such
8. So
9. Such
10. Such
11. So
12. So
13. Such
14. So
15. So
Minggu, 20 Februari 2011
Letter Of Congratulations
Nama : Deris Kharisma
Kelas : 4EA03
NPM : 10207278
Matkul: Bahasa Inggris 2
This is a Letter of Congratulation on a Promotion.
15th February 2011.
From:
Mr. Deris Kharisma,
Managing Director,
PT. Berkah Ummat,
123/ABC, Laladon Street,
16610 Ciomas,
Bogor,
Indonesia.
To:
Mr. Bruce Lee,
Managing Director,
PT. Sejuta Ummat,
456, Jl. Gatot Kaca,
15510 Kemayoran,
Jakarta,
Indonesia.
Dear Mr. Lee,
I would like to congratulate you on your recent promotion to managing director. This is indeed a coveted position and I'm sure you'll do a good job
During the last five years when you held the position of production manager, your company growing rapidly. Your company enjoyed a good turnover of business because of your innovative methods of increasing sales. We believe you can be even more effective in your new position. We look forward to even better years.
Once again, congratulation and best wishes from all of us here.
With love.
Yours Sincerely,
(Signature of Deris)
DERIS KHARISMA
Jawaban Soal B.Inggris
Nama : Deris Kharisma
Kelas : 4EA03
NPM : 10207278
Matkul: Bahasa Inggris 2
Exercise 21 Hal. 97-98 : Conditional Sentences
1. Understood
2. Become
3. Give
4. Told
5. Become
6. Had
7. Stopped
8. Needed
9. Found
10. Enjoyed
11. Painted
12. Were
13. Write
14. Permited
15. Spent
16. Aceepted
17. Bought
18. Decided
19. Wrote
20. Leaked
21. Studied
22. heard
23. See
24. Get
25. Furned
26. Was
27. Called
28. Talked
29. Explained
30. Spoke
Exercise 26 Hal. 107 : Adjectives and Adverbs
1. Well 6.Smooth
2. Intense 7.Accuratelly
3. Brightly 8.Bitterly
4. Fluently 9.Soon
5. Fluently 10.Fastly
Exercise 27 Hal. 109 : Linking (Copulative) Verbs
1. Terrible 6. Quikcly
2. Good 7. Diligently
3. Good 8. Vehemently
4. Calm 9. Relaxed
5. Sick 10.Noisily
Exercise 28 Hal. 114 : Comparisons
1. Than Sooner 6. More Talented
2. More Important 7. More Colorfullly
3. As Well 8. Happier
4. More Expensive 9. Worse
5. Hotter 10.More Faster
Exercise 29 Hal. 114 : Comparisons
1. Than 6. Than
2. As 7. As
3. From 8. Than
4. Than 9. Than
5. As 10.From
Exercise 30 Hal. 117 : Comparisons
1. Better 6. Better
2. Happiest 7. Good
3. Faster 8. More awkwardly
4. Creamiest 9. Least
5. More colorful 10.Prettier
Exercise 54 Hal. 202 : Commonly Misused Words
1. Angel 11. Latter
2. Your 12. Than
3. Sight 13. Loose
4. Who’s 14. Stationery
5. Costume 15. Passed
6. Whether 16. Quit
7. Descent 17. Peace
8. To 18. Principle
9. Dessert 19. Quite
110. They’re 20. Cite
Exercise 56 Hal. 214 : Use of Prepositions
1. During 36.At 72.Good
2. On 37.On 73.Of
3. At 38.At 74.By
4. On 39.In 75.In
5. In 40.Out of 76.On
6. At 41.By 77.Of
7. On 42.In 78.On
8. Out of 43.At
9. At 44.In
10. In 45.At
11. Out of 46.On
12. In 47.In
13. On 48.At
14. At 49.In
15. Once in 50.Of
16. At 51.On
17. On 52.Of 53. Course
18. At 54.Out
19. On 55.Of
20. Out 56.In
21. Of 57.Of
22. On 58.At
23. At 59.On
24. In 60.Of
25. Of 61.Form
26. In 62.In
27. On 63.By
28. By 64.For
29. In 65.By
30. Im Time 66.From
31. On 67.From
32. At 68.In
33. In 69.Of
34. In 70.By
35. In 71.For
Rabu, 05 Januari 2011
PELANGGARAN ETIKA BISNIS & CONTOH PELANGGARAN DALAM PRAKTEK
Nama : Deris Kharisma
Kelas : 4EA03
NPM : 10207278
Matkul: Etika Bisnis
A.Pelanggaran Etika Bisnis
Sesuai dengan fungsinya baik secara mikro maupun makro, sebuah bisnis yang baik harus memiliki etika dan tanggung jawab sosial. Nantinya, jika sebuah perusahaan memiliki etika dan tanggung jawab sosial yang baik, bukan hanya lingkungan makro dan mikronya saja yang akan menikmati keuntungan, tetapi juga perusahaan itu sendiri.
Kata ‘etika’ berasal dari kata Yunani ethos yang mengandung arti yang cukup luas yaitu, tempatyang biasa ditinggali, kandang, padang rumput, kebiasaan, adapt, akhlak, watak, perasaan, sikap dan cara berpikir. Bentuk jamak ethos adalah taetha yang berarti adat kebiasaan. Arti jamak inilah yang digunakan Aristoteles (384-322 SM) untuk menunjuk pada etika sebagai filsafatmoral. Kata ‘moral’ sendiri berasal dari kata latin mos (jamaknya mores) yang juga berarti kebiasaan atau adat. Kata ‘moralitas’ dari kata Latin ‘moralis’ dan merupakan abstraksi dari kata ‘moral’ yang menunjuk kepada baik buruknya suatu perbuatan. Dari asal katanya bisa dikatakan etika sebagai ilmu yang mempelajari tentang apa yang biasa dilakukan. Pendeknya, etika adalah ilmu yang secara khusus menyoroti perilaku manusia dari segi moral, bukan dari fisik, etnis dan
sebagainya.
Definisi etika bisnis sendiri sangat beraneka ragam tetapi memiliki satu pengertian yang sama, yaitu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal dan secara ekonomi/sosial, dan penerapan norma dan moralitas ini menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis (Muslich,1998:4). Ada juga yang mendefinisikan etika bisnis sebagai batasan-batasan sosial, ekonomi, dan hukum yang bersumber dari nilai-nilai moral masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan oleh perusahaan dalam setiap aktivitasnya (Amirullah & Imam Hardjanto, 2005).
Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:
1. Prinsip otonomi
Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.
2. Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
3. Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.
B. Contoh Pelanggaran dalam Praktek
Sebuah Yayasan X menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp 500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini sama sekali tidak diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar, sehingga setelah diterima mau tidak mau mereka harus membayar. Disamping itu tidak ada informasi maupun penjelasan resmi tentang penggunaan uang itu kepada wali murid. Setelah didesak oleh banyak pihak, Yayasan baru memberikan informasi bahwa uang itu dipergunakan untuk pembelian seragama guru. Dalam kasus ini, pihak Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan melanggar prinsip transparansi
Jumat, 26 November 2010
ETIKA BISNIS & PEDOMAN PERILAKU
Nama : Deris Kharisma
Kelas : 4EA03
NPM : 10207278
Matkul: Etika Bisnis
ETIKA BISNIS & PEDOMAN PERILAKU
Pelaksanaan GCG perlu dilandasi oleh integritas yang tinggi demi mencapai keberhasilan dalam jangka panjang. Maka diperlukanlah pedoman perilaku (code of conduct) yang dapat menjadi acuan bagi organ perusahaandan semua karyawan dalam menerapkan nilai-nilai dan etika bisnis sehingga menjadi bagian dari budaya perusahaan. Prinsip dasar yang harus dimiliki perusahaan adalah setiap perusahaan harus memiliki nilai-nilai perusahaan (corporate values) yang menggambarkan sikap moral perusahaan dalam pelaksanaan usahanya. Untuk merealisasikannya, perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati oleh organ perusahaan dan semua karyawan.
1. Nilai-nilai Perusahaan
Merupakan landasan moral dalam mencapai visi dan misi perusahaan. Walaupun nilai-nilai perusahaan pada dasarnya universal, namun dalam merumuskannya perlu disesuaikan dengan sektor usaha dan karakter serta letak geografis dari masing-masing perusahaan.
2. Etika Bisnis
Suatu acuan bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahatermasuk dalam berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Setiap perusahaan harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati bersama dan dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman perilaku.
3. Pedoman Perilaku
3.1. Fungsi Pedoman Perilaku
Pedoman perilaku merupakkan penjabaran nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis dalam melaksanakan usaha sehingga menjadi panduan bagi organ perusahaan dan semua karyawan perusahaan. Pedoman perilaku mencakup panduan tentang benturan kepentingan, pemberian dan penerimaan hadiah dan donasi, kepatuhan terhadap peraturan, kerahasiaan informasi dan pelaporan terhadap perilaku yang tidak etis.
3.2 Benturan Kepentingan
Merupakan keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta karyawan perusahaan.
Dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawanperusahaan dilarang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi, keluarga dan pihak lain.
3.3 Pemberian dan Penerimaan Hadiah dan Donasi
Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta karyawan perusahaan dilarang memberikan atau menawarkan atau menerima sesuatu baik langsung ataupun tidak langsung, dari mitra bisnis yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
Donasi oleh perusahaan ataupun pemberian suatu asset perusahaan kepada partai politik atau seorang atau lebih calon anggota badan legislatif maupun eksekutif, hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam batas kepatutan sebagaimana telah ditetapkan oleh perusahaan, donasi untuk amaldapat dibenarkan.
3.4 Kepatuhan terhadap Peraturan
Organ perusahaan dan karyawan perusahaan harus melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan,
Perusahaan harus melakukan pencatatan atas harta, utang dan modalsecara benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Sumber :
N.Nuryesrnan M, Moral dan Etika Dalam Dunia Bisnis, Bank dan Manajemen, Mei/Juni 1996.
ejournal.unud.ac.id
entrepreneur.gunadarma.ac.id
www.ird.or.id/index.php?option=com
ashur.staff.gunadarma.ac.id
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Nama : Deris Kharisma
Kelas : 4EA03
NPM : 10207278
Matkul: Etika Bisnis
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak lagi menjadi sebuah barang mewah yang hanya sanggup dibeli oleh sebagian kecil kalangan. Perusahaan multinasional dan Indonesia berupaya untuk menemukan cara-cara yang inovatif dan berkelanjutan untuk membawa manfaat bagi mereka yang kurang terlayani dan kurang beruntung dalam berbagai masyarakat tempat perusahaan-perusahaan tersebut bekerja.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegangsaham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan "pembangunan berkelanjutan", di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang.
1. Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral
• Tindakan itu dijalankan oleh pribadi yang rasional
• Bebas dari tekanan, ancaman, paksaan atau apapun namanya
• Orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu
2. Status Perusahaan
Terdapat dua pandangan (Richard T. De George, Business Ethics, hlm.153), yaitu:
• Legal-creator, perusahaan sepenuhnya ciptaan hukum, karena itu ada hanya berdasarkan hukum
• Legal-recognition, suatu usaha bebas dan produktif
3. Lingkup Tanggung Jawab Sosial
• Keuntungan ekonomis
• Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas
4. Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
• Tujuan utama Bisnis adalah Mengejar Keuntungan Sebesar-besarnya
• Tujuan yang terbagi-bagi dan Harapan yang membingungkan
• Biaya Keterlibatan Sosial
• Kurangnya Tenaga Terampil di Bidang Kegiatan Sosial
5. Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
• Kebutuhan dan Harapan Masyarakat yang Semakin Berubah
• Terbatasnya Sumber Daya Alam
• Lingkungan Sosial yang Lebih Baik
• Perimbangan Tanggung Jawab dan Kekuasaan
• Bisnis Mempunyai Sumber Daya yang Berguna
• Keuntungan Jangka Panjang
6. Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
• Prinsip utama dalam suatu organisasi profesional, termasuk perusahaan, adalah bahwa struktur mengikuti strategi
• Artinya, struktur suatu organisasi didasarkan ditentukan oleh strategi dari organisasi atau perusahaan itu
• Strategi yang diwujudkan melalui struktur organisasi demi mencapai tujuan dan misi perusahaan perlu dievaluasi secara periodik, salah satu bentuk evaluasi yang mencakup nilai-nilai dan tanggung jawab sosial perusahaan adalah Audit Sosial
Sumber :
N.Nuryesrnan M, Moral dan Etika Dalam Dunia Bisnis, Bank dan Manajemen, Mei/Juni 1996.
ejournal.unud.ac.id
entrepreneur.gunadarma.ac.id
www.ird.or.id/index.php?option=com
ashur.staff.gunadarma.ac.id
